Alasan-Alasan Mengapa Besok Siang Vakum

Saya sebenernya kasian sama kalian, para netizen yang pasti sangat merindukan Besok Siang. Saya amati, saking kalian rindunya, sampai-sampai hal receh semacam capres-cawapres dan Young Lex mukanya bengep-bengep saja kalian tanggapi! Kurang gawean banget sih kamutuuuuu.


Saya juga kasian sama kalian yang sudah disia-siakan dan diremehkan oleh Momon. Masa kata Momon, alasan Besok Siang lama vakum itu tidak perlu dijelaskan karena utegmu tidak akan nyandak? Ngece banget, tho? Cen asu kok Momon ki.

Gara-gara Besok Siang lama vakum ini, saya sering dapet DM begini: "Mbuak Arum sama mbuak Momon itu uapakah marahan? Apakah squad-nya pecah? Karena Besok Siang sudah lama tidak update. Mbuak Arum sama mbuak Momon juga jarang mention-mentionan dan update ketika sedang (( MENDEM )) bareng lagi!"

Tsk...netizen ini! Sukanya kok su'uzon, bergosip, berghibah, dan membaca bacaan tidak berfaedah macam Besok Siang. Kurang-kurangin lah!

Untuk menepis segala gosip yang ada, baiklah saya akan jabarkan beberapa kemungkinan penyebab Besok Siang tidak update lama. Bila di lain waktu Besok Siang mengalami ini lagi, netizen boleh memilih salah satu penyebab yang saya jabarkan di sini.


1. Sedang Malas

Untuk alasan yang satu ini, sepenuhnya adalah salahnya Momon. Yha kan nggak mungkin saya malas, tha? Biasanya kejadiannya begini: Momon malas nulis, lalu sebagai wujud solidaritas, saya juga ngalahi ikutan tidak nulis.

Saya berbuat begitu karena saya ini teman yang baik lho! Bayangkan kalau Momon malas, lalu saya tetap nulis dengan rajin seperti biasanya. Pasti omongan netizen akan menjadi begini: "Wah, mbuak Momon itu kok kesed yha?! Tidak seperti mbuak Arum yang sregep. Pantas saja muasih jomblo!" Kan mesakne tho? Dibanding-bandingkan itu tidak enak!


2. Sedang Sugih

Tulisan-tulisan di Besok Siang ini, meskipun seringkali dipandang tidak faedah, tapi untuk menuliskannya itu membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Bukan sekedar suka-suka kami nge-draft. Tapi setelah nge-draft, kami harus menelaah dulu tulisan kami ini, apakah sekiranya ada kalimat-kalimat yang menyinggung orang lain. Bila tidak ada, ya berarti tulisannya kurang nampol. Harus diedit! Lalu apakah ada kalimat yang saru? Bila tidak ada, ya berarti harus diedit! Kami sadar kalau kami ini bukan Raisa. Kalau tidak saru, siapa yang mau lihat kami?

Selanjutnya yang paling penting, kami juga akan menelaah apakah tulisan kami berfaedah dan sudah memberikan manfaat bagi pembaca. Bila tidak? YA BERARTI SUDAH LAYAK TERBIT!

Dan itu prosesnya lamaaa sekali. Karena kan kami harus menyatukan dua kepala. Misal sepemahaman saya yang anaq baek-baek ini, adegan berpegangan tangan itu sudah sangat saru. Tapi bagi Momon, bahkan ena-ena itu adalah hal yang biasa! Astagfirullah, Mon. Jadi kami harus berdiskusi sampai tercapai sebuah titik temu kesaruan yang layak diterbitkan. Semacam itu.

Seribet itu.

Itulah mengapa kalau kami sedang sugih, kami tidak akan sempat nulis dan beribet-ribet di Besok Siang. Lha kok bisa? Ya bisa! Secara kami ini, meskipun glamour dan fabulous, namun kan bukan anak juragan. Jadi caranya kami bisa dapet duit adalah dengan bekerja. Kalau kami sedang sugih, ya itu tandanya kami sedang buanyak kerjaan. Makin buanyak kerjaan makin sugih.

Besok Siang itu, meskipun nilainya milyaran, namun bisa ditinggal sebentar. Tidak seperti pekerjaan-pekerjaan kami yang lain yang harus dinomor satukan. Karena kami tahu, Besok Siang punya rakyat yang setia. Yang meskipun sudah diplekoto dan di-uteg-uteg-ne, tetep semrintil bacain setiap ada blogpost baru. Tidak usah selak! Lha wong nyatanya pageview yang berbicara kok.

Uteg kalian nyandak tidak memikirkan hal ini?


3. Sedang Dikelilingi Orang Pinter

Tulisan-tulisan Besok Siang itu bisa terbit bila ada inspirasinya. Dan sumber inspirasi Besok Siang adalah hal-hal bodo semacam "Vaksin itu dibuat dari campuran darah monyet dengan darah penulis Besok Siang!" atau dari kenyinyiran netizen. Makanya seneng biyanget kamituuuuhh, kalau udah masanya pilkada atau pilpress yang SARA dan penuh cacian kopar-kapir. Lha orang-orang bodo tur nyinyir pating tlecek. Tinggal di-cyduck saja.


Makanya sedih kamitu kalau kalian para netizen pada pinter-pinter dan menjunjung etika pergaulan setinggi-tingginya. Plis lah, nggak usah sok idih. Kami tahu kalian pengen ribut.


4. Sedang Bermusuhan

Yha sudah jelas! Begitu saja kok ditanyakan! Bagaimana kalian ini!


Bila dimasa depan Besok Siang vakum terlalu lama, sudah nggak usah bertanya-tanya lagi. Pilih saja salah satu alasan dari empat yang saya tuliskan di atas. Nggak perlu, "mbuak Arum dan mbuak Momon musuhan yhaaa?" dengan tanda tanya. Tapi "Mbak Arum bermusuhan dengan mbak Momon." Titik. Begitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar